May 26

Kolaborasi Kedahsyatan Istighfar dan Waktu Sahar

Ada satu waktu dimana Arsy berguncang, dipenuhi doa, munajat dan istighfar manusia dan jin yang naik ke langit. Sekiranya inilah yang dikatakan malaikat jibril pada Nabi Dawud A.S yang diabadikan pada Az-Zuhd karya imam ahmad bin hambal. Waktu ini begitu dahsyat, sehingga sayyid quthb menggambarkan waktu ini dalam menafsirkan Ali imron ayat 17 adalah waktu dengan suasana hening, menimbulkan nuansa lembut dan tenang, dan tercurahlah semua perasaan serta getaran yang tertahan dalam hati. Yang Apabila waktu ini dipadukan dengan istighfar, maka akan memberikan kesan yang amat serasi dalam jiwa dan hati nurani, dan akan bertemulah ruh manusia dengan ruh alam semesta, yang sama-sama menghadap kepada Pencipta alam dan Pencipta manusia.

Pada waktu inilah, disampaikan oleh Rasulullah S.A.W dalam haditsnya, Dzat yang maha memiliki langit dan bumi beserta isinya, turun ke langit dunia untuk mengabulkan semua doa, memberi semua pinta, dan memberikan ampunan bagi hambaNya yang beristighfar. Waktu apakah ini? Inilah kedahsyatan waktu sahar yakni waktu menjelang fajar. Pada waktu ini, ada satu amalan yang sangat mulia, yang apabila dilakukan akan berhadiah Taman Surga. Yang segala permintannya akan langsung dikabulkan oleh Allah dan melihat Allah secara langsung (ilaa robbiha naadziroh) . Amalan ini yakni Istighfar di waktu Sahar.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali imron ayat 17 (3:17)  Artinya : (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

dan Adz-dzariyyat ayat 18 (51:18) . “Wa bil–ashâri hum yastaghfirûn (dan pada waktu sahur, mereka pun beristighfar”)

Firman Allah dalam surat ali imron ayat 17 tersebut berkaitan dengan ayat sebelumnya yang menggambarkan kecintaan manusia pada pesona dunia (ayat 14). Padahal di sisi Allah ada keni’matan yang lebih baik dari berbagai pesona dunia, nikmat yang tiada terhingga dan tidak terbatas. Sebagaimana dijelaskan pada ayat 15 bahwa disediakan Keni’matan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya yang merupakan simbol kenikmatan yang tiada henti dan tiada putus-putsnya. Dimana Kebahagiaan paripurna ini hanya diperoleh oleh orang bertakwa, yang salah satu ciri khususnya dijelaskan diujung ayat 17 : yang memohon ampun di waktu sahur.

Sedangkan Pada surat Adz-dzariyyat ayat 18 juga berkaitan dengan ayat sebelumnya. Ayat ini menerangkan ciri-ciri orang bertakwa yang akan mendapatkan taman surga, sebagaimana pada ayat 15-17 : “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air (15), sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik (16) . Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam (17) Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah) (18)  

Kawan2 yang kami cintai karena Allah,

Sedangkan istighfar itu sendiri juga memiliki fadhilah yang dahsyat. Ibnu Qoyyim al jauziyah berkata “dalam waktu sempit sedangkan kita punya banyak permintaan, maka dahulukanlah istighfar, karena seorang hamba yang diampuni Allah akan dikabulkan segala permintaannya bahkan sebelum ia meminta. Dalam surat ali imran ayat 31 juga dapat kita ketahui bahwa bentuk kecintaan Allah pada hambanya adalah dengan memberikan ampunan kepadanya.

Oleh karena itu para sholihin senantiasa beristighfar saat sahur salah satunya Ibnu Mas’ud. Sebagaimana yang dikisahkan oleh imam Al Qurthubi yang menyebutkan riwayat dari ayah Ibrahim bin Hathib yang berkata, “Pada waktu sahur, aku pernah mendengar ada seorang lelaki di sudut masjid berkata, “Yâ Rabb, amartanî fa atha’tuka, wa hadza saharun fa-ghfir lî, (Ya Allah, Engkau memerintahkanku lalu aku menaati-Mu, sekarang adalah waktu sahur maka ampunilah aku.”). dan ternyata lelaki tersebut adalah Ibnu Mas’ud.

Jelaslah sudah kolaborasi antara kedahsyatan istighfar dan waktu sahar yang dapat menghantarkan hambaNya ke taman surga dengan kenikmatan yang tak terputus. Oleh karena itu mari di Bulan Ramadhan ini perbanyak istighfar di waktu sahur, mengharapkan kecintaan Allah dan ampunanNya .

Referensi :

  1. http://www.oaseimani.com/mukjizat-istighfar-pada-waktu-sahur.html
  2. http://www.voa-islam.com/read/doa/2014/07/11/31547/keutamaan-istighfar-di-waktu-sahur
  3. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir IV
  4. Kajian Ust,Adi Hidayat Lc, MA : fiqh Ramadhan https://www.youtube.com/watch?v=6gg6ACVimUs

 

wahai anakku, janganlah sampai ayam jantan lebih cerdas daripada dirimu; dia berkokok pada waktu sahur sementara dirimu masih terlelap tidur.” -nasihat Luqman (ahli hikmah yang namanya menjadi salah satu nama surat dalam alquran)

“kalau amalan kita belum bisa menandingi orang soleh, setidaknya istighfar kita tidak kalah dengan para pendosa”



Copyright 2018. All rights reserved.

Posted May 26, 2017 by muhammad.atiatul.m in category "Uncategorized

About the Author

Long life moeslem learner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *